BERITA TERKAIT
METROPOLITAN.ID- Dua
pekan lalu, berita Cita Citata dan pacar barunya Ichal Muhammad menuai
perhatian kita. Foto mesra mereka diunggah di akun sosial media sang
biduanita. Selanjutnya foto-foto ini , tentu saja, menghias tangga
populer media-media online.
Sayangnya, baru seminggu menjadi pasangan paling dibicarakan, tiba-tiba tersiar kabar keduanya mendadak putus.
Jedar! Kenapa tiba-tiba putus?
Dalam beberapa pemberitaan, Cita menuturkan kalau Ichal hanya mendompleng ketenarannya.
Tapi, tampaknya orang tidak begitu saja percaya. Publik kemudian
tersenyum maklum, mungkin ini hanya bubungan cinta rekayasa atau
setingan.
Ini bukan pertama kalinya publik disuguhi cerita cinta palsu yang dibuat hanya demi kepentingan publisitas.
Apakah hubungan Cita dan Ichal adalah hubungan rekayasa, saya tidak
tahu pasti, karena tak berinteraksi langsung. Tetapi saya mengenal
seorang biduanita populer, yang memiliki kisah serupa, berakhir pilu.
Sebut saja namanya Ariana. Penyanyi muda yang muncul dan langsung
melejit di tahun 2011. Di atas panggung dia bak dewi. Di balik panggung,
dia wanita muda biasa. Ceria, ceplas-ceplos, menggilai serial Korea
yang bikin “baper” (terbawa perasaan-red).
Tetapi di pertengahan 2013, hati Ariana berpindah ke negara Asia
lain, yang eksotis. Kulit kecokelatan, tubuh kekar, wajah sedikit
berewok, menggantikan posisi Lee Min Ho di hati Ariana.
“Saya lagi nge-fans banget sama Pangeran Ares,” kata Ariana. Ares,
tentu saja bukan nama sebenarnya. Di alam nyata dia adalah seorang aktor
yang sedang naik daun di negerinya sana dan juga di Indonesia.
Matanya berbinar. Ada secercah harapan tersembul dari balik sorot mata itu, karena kesempatan untuk bertemu Ares terbuka.
“Si Ares itu mau ke Indonesia. Temanku sudah ke negaranya wawancara
dia untuk tayangan promo. Aku minta tolong temanku, memintakan nomor
telepon Ares. Cuma kenalan sih, Kak. Say hi. Nanti kan saya bakalan
satu acara sama dia!”
Benar saja, beberapa bulan kemudian, kabar kedatangan Ares dan
kawan-kawan dari serial hits ini tersiar. Beriringan dengan kabar
kedatangannya, seorang produser mulai membagi kisah di depan media,
bagaimana Ariana sangat mengidolakan Ares. Bagaimana Ariana sudah
bertegur sapa lewat BBM.
Hari H itu datang. Ariana bergejolak girang. Sang produser memberinya
kesempatan bertemu Ares di sebuah hotel. Saya kebetulan ada di hotel
hari itu, janji bertemu rekan aktor Ares. Sang produser tiba-tiba
mendekati saya dan setengah berbisik, “Ssst, Ariana sebentar lagi datang
bawa hadiah buat Ares. Nanti ambil ya gambarnya. Buat gimmick.” Ia juga
menginstruksikan sebuah kamera menyorot momen ini.
Demikian kisah Ariana-Ares bermula. Awalnya ini memang cinta rekayasa
yang diseting untuk kepentingan sesaat. Media langsung membesarkan
“bumbu” ini. Memasang judul “Ada Apa Dengan Ariana dan Ares?” Di mana
ada Ares, dibuat di situ ada Ariana.
Tapi, Ares kurang suka dengan cara ini. Ia sempat protes pada tim produksi. “Kenapa harus seperti ini?” protes Ares pada tim.
“Ini hanya gimmick, supaya acara lebih menarik. Kamu mau acara ini berhasil kan?” bilang si produser.
“Ya. Tapi mengapa harus dengan cara ini? Saya baru mengenalnya,
kenapa harus dibuat seolah-olah ada apa-apa antara kami?” Ia agak gusar,
juga dengan pendukung acara yang kerap mengkait-kaitkan Ares dengan
Ariana.
Mulanya gusar. Tetapi episode demi episode berjalan. Tuntutan kamera,
tuntutan skenario, tuntutan promosi, tak terelakkan, membuat interaksi
yang mulanya harus dituntun, lama-lama terjalin alami. Ares, pribadi
yang positif, yang pada akhirnya mau mencoba mengenal Ariana lebih
dalam.
Ia mulai menemukan Ariana yang menghibur. Kedekatan nyata mulai
terjalin. Hati Ariana mulai berbunga. Mereka tidak lagi harus jalan,
berdiri berdampingan, pegangan tangan lantaran disuruh atau diseting
demikian.
“Ini seperti mimpi menjadi kenyataan. Saya jatuh cinta, Kak. Apa saya
pacaran dengan dia? Saya takut mengucapkannya. Tanyakan saja sama dia,”
bilang Ariana seraya tersenyum semringah.
Kedekatan mereka bulan demi bulan tak henti diberitakan. Tapi, orang
tak mau tahu. Mereka menganggap kedekatan itu masih setingan. Penggemar
menghujat berita kedekatan mereka, khususnya Ariana. Ia dilabeli cewek
setingan. Seberapa besar saya menuliskan kenyataan tentang mereka, saya
dianggap mengada-ngada. Bahkan ada yang menuduh saya bagian dari
rekayasa itu, turut dihujat di Twitter, hingga kredibilitas saya sebagai
wartawan dipertanyakan.
Ariana mulai tak kuat menghadapi cercaan orang yang menganggapnya
cewek setingan. Tak tahan dihujat, Ariana mulai mendorong Ares untuk
menjelaskan hubungan mereka di depan publik. Ares menolak.
“Mengapa harus selalu saya yang bicara? Apapun yang saya katakan
selalu salah, selalu tak dipercaya mereka. Saya memulai hubungan ini
tidak mudah. Tidak serta merta saya bisa dekat dengan dia. Mulanya saya
penggemar yang mengidolakan dia. Ada proses yang harus saya lewati,
sampai akhirnya hubungan ini ada,” isak Ariana.
Saat cinta bersemi di tengah rekayasa, ke mana hubungan kan berlabuh?
Di dunia hiburan, hubungan yang dibuat untuk gimmick sangat familiar.
Di mana artis ganteng dan cantik dipasangkan demi publisitas. Baik
publisitas si artis maupun publisitas acara atau karya mereka.
(tabloidbintang.com)