Senin, 16 Mei 2016

Saat Cinta Bersemi di Tengah Rekayasa, ke Mana Hubungan Akan Berlabuh?

Saat Cinta Bersemi di Tengah Rekayasa, ke Mana Hubungan Akan Berlabuh?
Cita Citata dan Ichal Muhammad (Instagram)
BERITA TERKAIT

METROPOLITAN.ID- Dua pekan lalu, berita Cita Citata dan pacar barunya Ichal Muhammad menuai perhatian kita. Foto mesra mereka diunggah di akun sosial media sang biduanita. Selanjutnya foto-foto ini , tentu saja, menghias tangga populer media-media online.
Sayangnya, baru seminggu menjadi pasangan paling dibicarakan, tiba-tiba tersiar kabar keduanya mendadak putus.
Jedar! Kenapa tiba-tiba putus?
Dalam beberapa pemberitaan, Cita menuturkan kalau Ichal hanya mendompleng ketenarannya.
Tapi, tampaknya orang tidak begitu saja percaya. Publik kemudian tersenyum maklum, mungkin ini hanya bubungan cinta rekayasa atau setingan.
Ini bukan pertama kalinya publik disuguhi cerita cinta palsu yang dibuat hanya demi kepentingan publisitas.
Apakah hubungan Cita dan Ichal  adalah hubungan rekayasa, saya tidak tahu pasti, karena tak berinteraksi langsung. Tetapi saya mengenal seorang biduanita populer, yang memiliki kisah serupa, berakhir pilu.
Sebut saja namanya Ariana. Penyanyi muda yang muncul dan langsung melejit di tahun 2011. Di atas panggung dia bak dewi. Di balik panggung, dia wanita muda biasa. Ceria, ceplas-ceplos, menggilai serial Korea yang bikin “baper” (terbawa perasaan-red).
Tetapi di pertengahan 2013, hati Ariana berpindah ke negara Asia lain, yang eksotis. Kulit kecokelatan, tubuh kekar, wajah sedikit berewok, menggantikan posisi Lee Min Ho di hati Ariana.
“Saya lagi nge-fans banget sama Pangeran Ares,” kata Ariana. Ares, tentu saja bukan nama sebenarnya. Di alam nyata dia adalah seorang aktor yang sedang naik daun di negerinya sana dan juga di Indonesia.
Matanya berbinar. Ada secercah harapan tersembul dari balik sorot mata itu, karena kesempatan untuk bertemu Ares terbuka.
“Si Ares itu mau ke Indonesia. Temanku sudah ke negaranya wawancara dia untuk tayangan promo. Aku minta tolong temanku, memintakan nomor telepon Ares. Cuma kenalan sih, Kak. Say hi.  Nanti kan saya bakalan satu acara sama dia!”
Benar saja, beberapa bulan kemudian, kabar kedatangan Ares dan kawan-kawan dari serial hits ini tersiar. Beriringan dengan kabar kedatangannya, seorang produser mulai  membagi kisah di depan media, bagaimana Ariana sangat mengidolakan Ares. Bagaimana Ariana sudah bertegur sapa lewat BBM.
Hari H itu datang. Ariana bergejolak girang. Sang produser memberinya kesempatan bertemu Ares di sebuah hotel. Saya kebetulan ada di hotel hari itu, janji bertemu rekan aktor Ares. Sang produser tiba-tiba mendekati saya dan setengah berbisik, “Ssst, Ariana sebentar lagi datang bawa hadiah buat Ares. Nanti ambil ya gambarnya. Buat gimmick.” Ia juga menginstruksikan sebuah kamera menyorot momen ini.
Demikian kisah Ariana-Ares bermula. Awalnya ini memang cinta rekayasa yang diseting untuk kepentingan sesaat. Media langsung membesarkan “bumbu” ini. Memasang judul “Ada Apa Dengan Ariana dan Ares?”  Di mana ada Ares, dibuat di situ ada Ariana.
Tapi, Ares kurang suka dengan cara ini. Ia sempat protes pada tim produksi. “Kenapa harus seperti ini?” protes Ares pada tim.
“Ini hanya gimmick, supaya acara lebih menarik. Kamu mau acara ini berhasil kan?” bilang si produser.
“Ya. Tapi mengapa harus dengan cara ini? Saya baru mengenalnya, kenapa harus dibuat seolah-olah ada apa-apa antara kami?” Ia agak gusar, juga dengan pendukung acara yang kerap mengkait-kaitkan Ares dengan Ariana.
Mulanya gusar. Tetapi episode demi episode berjalan. Tuntutan kamera, tuntutan skenario, tuntutan promosi, tak terelakkan, membuat interaksi yang mulanya harus dituntun, lama-lama terjalin  alami. Ares, pribadi yang positif, yang pada akhirnya mau mencoba mengenal Ariana lebih dalam.
Ia mulai menemukan Ariana yang menghibur. Kedekatan nyata mulai terjalin. Hati Ariana mulai berbunga. Mereka tidak lagi harus jalan, berdiri berdampingan, pegangan tangan lantaran disuruh atau diseting demikian.
“Ini seperti mimpi menjadi kenyataan. Saya jatuh cinta, Kak. Apa saya pacaran dengan dia? Saya takut mengucapkannya. Tanyakan saja sama dia,” bilang Ariana seraya tersenyum semringah.
Kedekatan mereka bulan demi bulan tak henti diberitakan. Tapi, orang tak mau tahu. Mereka menganggap kedekatan itu masih setingan. Penggemar menghujat berita kedekatan mereka, khususnya Ariana. Ia dilabeli cewek setingan. Seberapa besar saya menuliskan kenyataan tentang mereka, saya dianggap mengada-ngada. Bahkan ada yang menuduh saya bagian dari rekayasa itu, turut dihujat di Twitter, hingga kredibilitas saya sebagai wartawan dipertanyakan.
Ariana mulai tak kuat menghadapi cercaan orang yang menganggapnya cewek setingan. Tak tahan dihujat, Ariana mulai mendorong Ares untuk menjelaskan hubungan mereka di depan publik. Ares menolak.
“Mengapa harus selalu saya yang bicara? Apapun yang saya katakan selalu salah, selalu tak dipercaya mereka. Saya memulai hubungan ini tidak mudah. Tidak serta merta saya bisa dekat dengan dia. Mulanya saya penggemar yang mengidolakan dia. Ada proses yang harus saya lewati, sampai akhirnya hubungan ini ada,” isak Ariana.
Saat cinta bersemi di tengah rekayasa, ke mana hubungan kan berlabuh? Di dunia hiburan, hubungan yang dibuat untuk gimmick sangat familiar. Di mana artis ganteng dan cantik dipasangkan demi publisitas. Baik publisitas si artis maupun publisitas acara atau karya mereka.
(tabloidbintang.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar